NGUREK CHAMPIONSHIP


Sablon menggunakan cat plastisol Shimmer silver, Combed cotton 30S

Ini semacam latepost, karena ceritanya sudah berlalu agak lama, tapi tidak apa-apa lah.

Jadi beberapa kru melakukan perjalanan ke daerah Ciawi-Tasik untuk melakukan kegiatan yang rada jarang dilakukan yaitu "ngurek", jika kamu bukan orang Sunda akan lebih aneh lagi mendengar kata ini. Ngurek adalah memancing belut. Itu.

Di konveksi kami memang sesekali melakukan kegiatan refreshing, dan terkadang dilakukan dadakan seperti yang satu ini. Kegiatan ini penting, sebab pekerjaan memang sangat menyita waktu dan pikiran, terlalu lama melihat ruangan yang sama, pekerjaan yang kurang lebih juga serupa, rutinitas yang juga tidak jauh berbeda setiap harinya, maka F5 dalam kehidupan nyata sangat perlu adanya :) Dan acara unik seperti ini biasanya yang punya inisiatif adalah Mang Emi (kapan-kapan kamu kesulitan ide refreshing, tanya beliau, mungkin ada pencerahan)

Ngurek kali ini membawa 7 kru saja karena sebagian tidak bisa ikut, tetapi kami membuat kaos untuk acara ini dengan jumlah yang lebih banyak dari peserta, ini supaya yang tidak berkesempatan ikut bisa ikut merasakan keriaannya :), secara bercanda tapi serius kami menamakan acara ini NGUREK CHAMPIONSHIP, dan ada trofi bergilirnya segala, memang serius ini seperti kejuaraan, tapi internal.

Kami berangkat hari Sabtu, boleh dibilang hari itu hanya efektif setengah hari karena sisanya dipakai unutk euforia keberangkatan, ada yang mendapatkan tugas mencari senar pancing dan peralatan, ada juga yang membeli piala,atau menyiapkan kamera dan peralatan pendukung lainnya. Setelah lengkap kami berangkat menggunakan Carry kebanggaan (kadang disebut mobil punkrock)

Lokasi kompetisi berubah dari rencana awal, karena tadinya akan mencari yang radiusnya dekat dengan kediaman Jejen (salah satu kru dari divisi sablon), tapi rupanya karena tidak mendapatkan lokasi yang ideal, pencarian lokasi diteruskan hingga sudah masuk kawasan Ciamis, dan menepilah kami semua di daerah Panumbangan, selain karena sawahnya lebih luas dari lokasi awal, pemandangannya juga lebih cantik.

Seperti memancing ikan dan langgam hobi/interest yang lain, ngurek juga membutuhkan skill sedemikian rupa, hal ini terbukti dari nihilnya belut yang didapat beberapa peserta, sementara yang sudah berpengalaman mendapatkan jumlah yang lumayan banyak untuk durasi 3 jam. Selain skill, kecakapan menentukan lubang yang akan di-urek juga dibutuhkan jika ingin menyabet trofi bergengsi ini.

180 menit berlalu, lalu tiba saatnya penghitungan, Jejen sang tuan rumah mendapatkan 10 ekor belut, sementara Madu (divisi jahit: Obras) mendapatkan 11 ekor, dan keluar sebagai juara, disusul Apes (Divisi jahit: Overdeck) dengan 2 ekor, Atep (Divisi jahit: Obras) 1 ekor, sisa peserta lainnya nihil dan harus puas dan ikhlas menerima hasil penghitungan yang tidak akan mungkin dicurangi, berlatih lagi ya!

Pasca pengumuman pemenang dan penyerahan trofi, perjalanan dilanjutkan dengan mencari air terjun, ini sudah ada dalam daftar rencana perjalanan dan air terjun yang dituju adalah Curug 7 di daerah Panjalu, namun setelah sampai niat berenang diurungkan karena malu disana tidak ada orang lain yang berenang, tetapi ironisnya malah tanpa malu menepi di sungai pinggir jalan dan mandi bersama disana :))

Selepas makan, kami kembali pulang dengan perasaan senang terutama sang juara tentunya, di Bandung pekerjaan sudah menanti, tapi sepertinya akan dikerjakan dengan otak suasana hati yang rada lebih segar dan akhirnya semua mungkin bertanya-tanya lagi dalam hati: Mang Emi akan punya ide apalagi di momen refreshing berikutnya.











Komentar

  1. Oh ternyata ada ya lomba ngurek haha gokill..

    Kunjungi juga ini ya gan.. Salam kenall konveksi bandug

    BalasHapus
  2. Oh ternyata ada ya lomba ngurek haha gokill..

    Kunjungi juga ini ya gan.. Salam kenall konveksi bandug

    BalasHapus

Posting Komentar

Entri Populer