TIGA JENIS CAT SABLON STANDAR (DASAR)

Sekalian perkenalan kategori posting/artikel terbaru dalam website kami: LEBIH PINTAR SEDIKIT, akan berisi tentang pengetahuan seputar sablon untuk teman-teman yang kebetulan belum tahu, jadi ini lebih seperti berbagi pengetahuan saja sih, jadi yang udah lebih tau, silakan mengoreksi barangkali ada yang terlewat atau salah sama sekali. Terimakasih.


Pada pertemuan perdana ini (halah, pertemuan, kayak kuliah aja.. hehe..), kami ingin berbagi pengetahuan tentang tiga jenis cat yang paling sering digunakan dalam proses cetak sablon. Baiklah kita mulai saja ya:


1. Rubber


Cat jenis ini adalah waterbased (mmm..padanan katanya biar mudah dicerna = berbahan dasar air), dan karena ini waterbased, proses pengeringan cat bisa dilakukan secara alami oleh udara, angin, tapi kalau mau agak cepet bisa menggunakan hairdryer, atau hotgun, atau tiup-tiup (mau bantu? hehe..). Hasil akhir sablon dengan menggunakan cat ini lentur, dan melapisi bahan. Jadi serat bahan akan menjadi tidak tampak karena tertutup oleh lapisan cat sablon.

Lihat di sebelah kanan bawah, ada bagian yang mengkilap, itu adalah cat yang melapisi bahan. Betul kan? :)




2. SW (Super White)


Sependek pengetahuan kami, sebetulnya SW ini merupakan nama produk dari salah satu brand pembuat cat sablon (mungkin ini seperti kita menyebut AQ*A untuk air mineral, atau SAN*O untuk pompa air), tetapi entah bagaimana mulanya, hari ini cat jenis ini diistilahkan dengan SW. Karakter dari cat ini merupakan kebalikan dari rubber karena sifatnya yang meresap ke dalam bahan, bahkan setelah pencucian berulang kali, hasil cetak akan tampak seperti menyatu dengan bahan. Tetapi seperti juga jenis rubber, cat ini berbahan dasar air.
Dan terakhir, untuk semua cat berbahan dasar air, hasil akan lebih maksimal dengan dimatangkan oleh mesin hotpress.


Maaf, gambar agak belel, tapi ini memang belel betulan, dampak dari pencucian berulangkali sudah terlkihat, cat menyatu dnegan kain, dan jika diraba akan terasa tidak ada perbedaan, ini berarti cat memang meresap ke dalam kain.

Beginilah kira-kira penampakan dari mesin press, yang ini adalah versi manual/handjob (eh, ada yang bilang handjob? hehe..) maksudnya cara kerjanya menggunakan tangan.


3. Plastisol


Sifatnya melapisi bahan, hasil akhirnya cenderung lebih kaku, tetapi dengan treatment tertentu (biasanya di hotpress) bisa menjadi sangat lentur. Berbeda dengan rubber, cat ini adalah solvent based (padanan katanya, berbasis minyak lah ya... :D), dan proses pengeringannya membutuhkan perlakuan khusus yaitu dengan dipanaskan hingga kurang lebih 160 derajat celcius atau sepersejuta ribu sekian dari panas neraka hehe... tetapi karena tidak dapat dikeringkan oleh udara, memberi keuntungan tersendiri (khususnya untuk yang mengerjakan sablon) karena tidak khawatir akan mampet di screen. Kelebihan lain dari cat ini adalah mampu menembus lubang yang sangat kecil pada screen, sehingga plastisol sangat cocok untuk meng-handle gambar separasi dengan dot kecil (tentang dot, nanti kita bahas lagi lah, kami mau tanya-tanya dulu sama suhu hehehe...), atau gambar foto realistik.


Nah, tiga jenis cat ini bisa menjadi bekal awal pengetahuan anda calon klien supaya tidak terlalu linglung kalau-kalau kapan-kapan di bis kota ada cewek cakep, atau cowok ganteng nanya-nanya tentang sablon. Lumayan lah buat tebar pesona. :) Selamat menghafal. Selamat mengorder.
TIGA JENIS CAT SABLON STANDAR (DASAR) TIGA JENIS CAT SABLON STANDAR (DASAR) Reviewed by TUKANG SABLON KEREN on October 12, 2011 Rating: 5

3 comments:

  1. keren mang... mana ulasan teknik nyablon

    ReplyDelete
  2. Ya...sangat bermanfaat apalagi bagi pemula untuk nyablon

    ReplyDelete

Powered by Blogger.