HOPENKER-Season 1




Mejeng di Thailand


Saat pertama brief, sang founder ingin sekedar merepresentasi keseharian dalam media totebag, sesederhana itu. Dalam imajinasinya, saat peluncuran produk season pertama, tadinya mungkin publik akan melihat ikon alat mandi, atau elemen grafis yang bisa ditemukan di jalan raya, gambar sepatu, kacamata, motor bebek dan lain sebagainya. Itu saja memang, ingin bercerita kembali tentang keseharian.

Tapi rupanya dalam perjalanannya ada kegelisahan lain yang lebih dominan dan lalu tumpah ruah pada produksi season pertamanya ini, perkenalkan HOPENKER (slang dari: HOPE and CARE), brand fashion dengan media utama totebag. Season ini bercerita tentang motivasi, isu-isu positif dan "celoteh" kebaikan lainnya, tetap sederhana memang, jika masih penasaran dengan apa yang sebetulnya ingin diperjuangkan oleh brand ini, silakan mem-follow twitternya di @hopenker.

Berbicara tentang fisik produknya, walaupun ini bukan yang terkeren tapi saya harus memberi kredit lebih kepada foundernya yang juga langsung menggarap detailnya, mulai dari memilih bahan, mengukur hingga memutuskan aksesori apa yang akan ditanamkan, salute!

Tanpa bermaksud promosi, totebag ini bisa jadi alternatif bagi kita untuk merespon isu go green yang sedang hingar bingar dikumandangkan para aktivis lingkungan, seperti juga yang sering dikicaukan admin twitter @hopenker untuk mulai mengganti kantong plastik dengan totebag atas alasan cinta lingkungan hidup.

Saya sendiri kebetulan berkesempatan menggunakan totebag ini saat jalan ke Thailand, nama artikelnya adalah "harmony" (item lengkapnya bisa dilihat di www.hopenker.com), cukup membantu membawa perintilan dan belanjaan (tapi bukan belanjaan saya sayangnya hehe...)



Sablon SW matsui di atas canvas sueding




Sayang, setelah dijejali barang, bentuknya jadi tidak karuan, tapi tetep lebih keren dibanding pake keresek :D



Ditulis oleh @ataedun

Komentar

Entri Populer